Lagu, Nasyid dan Syair

20 03 2009

Adakah ketiga-tiga perkataan ini sama maksudnya, sudah tentunya tidak, lagu mungkin berunsur cinta atau kecelaruan manusia yang pelbagai fahaman. Nasyid pula senikata yang memaparkan dan berlegar dalam lingkungan nasihat, cinta seorang hamba pada pencipta dan ketulusan hati seorang hamba. Nasyid membawa sesuatu yang selari dengan nilai moral dan akhlak. Ia masih lagi baik pada tangapan saya.

Manakala syair adalah satu gabungan kata yang cantik,bernasihat, terjermahan cinta hamba dengan penciptanya, dan lebih terkesan maksudnya begitulah rasanya. Bezanya syair tiada sebarang alat musik digunakan. Syair merupakan kata-kata indah yang mempunyai nilai dalam sanubari. Ada juga muzik di masuk seperti tarian sufi. Banyak ahli sufi di zaman lepas bersyair dan menulis syair, contohnya seperti Al-Farabi, Ibrahim Adham dan lain-lain.

Here are the lyrics: shakautu ila Waki` su’a hifdhi wa arshada-ni an tark al-ma`asi wa akhbara-ni bi anna ilman nur wa nur Allah la yu`ta al-`as The great Imam ash-Shafi’, he went to his teacher Waki` Complaining about the weakness of his memory. He told him, ‘abandon rebellion, for knowledge is a light And the light of Allah is not bestowed upon a rebel.’   Source: www.zaharuddin.net

Bismillah maksudnya Dengan Nama Allah.

Technorati Tags: ,,

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: